Hill Climbing

Posted by Ricky Rudiyanto Tuesday, March 2, 2010, under | 0 komentar
 Metode ini hampir sama dengan metode pembangkitan & pengujian,hanya saja proses pengujian dilakukan dengan menggunakan fungsi heuristik. Pembangkitan keadaan berikutnya sangat tergantung padafeedback dari prosedur pengetesan. Tes yang berupa fungsi heuristic ini akan menunjukkan seberapa baiknya nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan-keadaan lainnya yang mungkin.
B.L. Simple Hill Climbing
Algoritma:
1. Mulai dari keadaan awal, lakukan pengujian: jika merupakan tujuan, maka berhenti; dan jika tidak, lanjutkan dengan keadaan sekarang sebagai keadaan awal.
2. Kerjakan langkah-langkah berikut sampai solusinya ditemukan, atau sampai tidak ada operator baru yang akan diaplikasikan pada keadaan sekarang:
(a) Cari operator yang belum pernah digunakan; gunakan operator ini untuk mendapatkan keadaan yang baru.
(b) Evaluasi keadaan baru tersebut.
(i) Jika keadaan baru merupakan tujuan, keluar.
(ii) Jika bukan tujuan, namun nilainya lebih baik daripada keadaan sekarang, maka jadikan keadaan baru tersebut menjadi keadaan sekarang.
(iii) Jika keadaan baru tidak lebih baik daripada keadaan sekarang, maka lanjutkan iterasi.
Pada simple hill climbing ini, ada 3 masalah yang mungkin, yaitu:
  • Algoritma akan berhenti kalau mencapai nilai optimum lokal.
  • Urutan penggunaan operator akan sangat berprngaruh pada penemuan solusi.
  • Tidak diijinkan untuk melihat satupun langkah sebelumnya.


Sumber : Buku Srikusumadewi

One Response to "Hill Climbing"