“Kursi Kekuasaan/Jabatan kepemimpinan”, adalah amanah dari ummat/rakyat yang, harusnya kepemimpinan itu tidak saling diperebutkan, terutama para ulama yang jadi panutan umatnya…. apalagi saat bekampanye… saling hasut…. saling syu’udzon sehingga memecah belah persatuan ummat, menimbulkan kebencian, pertikaian, sampai-sampai nyawa melayang hanya gara-gara saling ejek antar pendukung. Padahal mereka masih sama-sama satu saudara sesama muslim, dan para ulama nya sadar bahwa sesama muslim itu saudara.
(sumber :http://cakanas.wordpress.com/2009/05/24/rencana-fatwa-%E2%80%9Charam%E2%80%9D-buat-facebook-antara-pro-dan-kontra/ )
Dua contoh diatas yang saya kutip dari blog seseorang yang sudah dicantumkan URL nya. Kata-kata itulah yang saya jadikan perbandingan dengan fenomena penggunaan situs jejaring sosial yang kian santer dibicarakan.
Beberapa waktu kemarin kita sempat mendengar jika ada beberapa "oknum" (red : remaja) yang menggunakan salah satu situs jejaring sosial dan mereka menjadi korban ketidaktepat penggunaan situs jejaring sosial ini. Sampai-sampai ke arah pelecehan seksual dan kriminal.
Dan pada waktu pemunculannya salah satu situs jejaring sosial terbaru yang sedang booming ini pun mendapat kecaman dari beberapa ulama Indonesia yang memberi fatwa haram atas penggunaan facebook.
Nah....berkaca dari dua kejadian tesebut, saya coba mencermati teman bahkan saudara-saudara saya yang sering menggunakan situs jejaring sosial ini untuk keperluan mereka. Yang saya dapatkan ternyata beragam cara penggunaan situs jejaring sosial ini. Kebanyakan dari mereka yang memanfaatkan situs ini adalah untuk pertemanan, mencari kawan lama yang terpisah oleh waktu dan belahan bumi, membangun mitra bisnis sampai-sampai ada yang menyalahgunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya, seperti perselingkuhan, perbuatan penipuan dan kejahatan cyber lainnya yang memanfaatkan popularitas situs ini.
Mungkin hal ini lah yang membuat para ulama Indonesia berencana membuat fatwa tentang diharamkannya salah satu situs jejaring sosial ini.
Dan hal beberapa waktu lalu yang terjadi pada para remaja kita pun itu hanyalah segelintir pengguna situs jejaring sosial yang termasuk dalam penggunaan yang salah. Padahal masih ada cara yang lebih bermanfaat yang dilakukan dalam situs jejaring sosial ini seperti yang sudah dijelaskan diatas.
Disini saya coba menarik kesimpulan, yaitu dalam semua hal yang kita lakukan itu tergantung dari siapa yang memegang dan menggunakannya, manfaat dan madaratnya lebih besar yang mana. Dan dalam agama saya telah dijelaskan secara lengkap. "apapun yang berlebihan itu harus dihindari … hukumnya bisa HARAM ….. makan, minum, tidur ( apalagi fa**book-an secara berlebihan. hehehehe.....).
Dari kesimpulan itu, bukan bararti saya PRO atau KONTRA dengan penggunaan situs jejaring sosial, namun seperti telah dijelaskan penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan dan tidak tepat akan memberikan masalah bagi kita atau apapun yang kegunaannya tidak ada artinya maka akan menjadi sia-sia. Namun, jika kita menggunakannya masih dalam batas wajar dan masih dalam koridor normal-normal saja apa salahnya menggunakan situs jejaring sosial itu.






hoamh.....
jaga diri dengan apa pun yang kita gunakan...waspadalah...
heheheh....